Aplikasi Linux untuk Meningkatkan Produktivitas

Linux dan KDE memiliki banyak sekali aplikasi yang memudahkan penggunanya dalam menyelesaikan berbagai jenis pekerjaan.

Tidak jarang juga aplikasi-aplikasi tersebut sudah tersedia ketika OS pertama kali diinstall.

Jika Anda sedang atau akan menggunakan Linux, mungkin daftar aplikasi yang saya sebutkan di bawah ini bisa bermanfaat juga untuk pekerjaan Anda.

Sebagai catatan, “aplikasi untuk meningkatkan produktivitas” yang saya sebutkan di bawah ini tentunya hanya berdasarkan sudut pandang saya yang kegiatan sehari-harinya cuma ngetik.

1. FocusWriter

focuswriter

FocusWriter merupakan aplikasi yang saya gunakan untuk keperluan tulis menulis.

Alasan saya menggunakan aplikasi ini adalah karena adanya fitur distraction-free dan custom themes yang bisa saya sesuaikan.

Tampilannya sangat simple, cukup ringan digunakan, dan bisa membuat saya fokus ke tulisan yang saya buat.

Ini adalah tampilan FocusWriter yang sudah saya customize dengan gaya dark mode.

tampilan focuswriter

Hanya ada layar hitam dan tulisan. 😎

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, Anda bisa langsung mengunduhnya melalui halaman ini.

2. To Do List Widget

todolist widget di kde

To Do List adalah salah satu widget KDE yang dapat digunakan untuk keperluan Getting Things Done atau hanya sekadar menulis catatan-catatan kecil.

Cara kerja widget ini cukup sederhana, Anda hanya perlu mencatat apa saja yang ingin Anda lakukan pada kolom yang ada, kemudian catatan tersebut akan tersimpan dalam bentuk file .txt.

Anda juga bisa menghapus catatan atau task yang sudah selesai dengan menekan tombol ceklist.

tampilan todo list

Widget ini bisa Anda tempatkan di panel ataupun desktop.

Anda juga bisa menambahkan list lain untuk mengelompokkan catatan atau task yang ingin Anda lakukan.

todo list dengan 2 kelompok task

Anda bisa mendapatkan widget ini melalui menu Add Widget atau bisa menginstallnya secara manual dengan mengunduhnya terlebih dahulu melalui KDE Store.

3. Folder View Widget

folder view widget

Setiap harinya, saya memerlukan akses cepat pada file atau dokumen yang sering saya gunakan.

Daripada harus membuka file explorer atau membuat shortcut di desktop, saya lebih memilih untuk menggunakan widget Folder View dari KDE.

Widget ini semacam folder yang memiliki link ke direktori yang telah ditentukan.

Karena berbentuk widget, maka folder-folder yang saya buat bisa ditaruh di panel sehingga memudahkan saya ketika ingin mengaksesnya.

tampilan folder view widget

Widget ini juga bisa dicustom sesuai kebutuhan mulai dari lokasi target, nama folder, serta icon yang ditampilkan.

Widget ini merupakan widget bawaan dari KDE.

Anda bisa langsung menambahkan Folder View melalui menu Add Widget dan mengatur penempatannya.

4. Go For It!

go for it

Go For It! adalah aplikasi Getting Things Done lain yang saya gunakan selain To Do List Widget.

Sebenarnya, banyak sekali aplikasi semacam ini yang bisa digunakan di linux.

Namun, sebagaian besar yang saya temui adalah aplikasi yang cenderung ribet penggunaannya.

Akhirnya saya memilih Go For It!

Walaupun berbasis GTK, aplikasi ini tetap saya gunakan karena memiliki berbagai fitur yang menarik, salah satunya adalah Pomodoro Timer.

{ QT first, GTK kalau kepepet. }

tampilan pomodoro timer go for it

Fitur-fiturnya kurang lebih mirip dengan To Do List Widget seperti menambah list, menambah task, menghapus task yang sudah selesai, dan si timer tadi.

Untuk menginstall aplikasi ini, Anda bisa mengikuti instruksinya melalui halaman Github Go For It!

5. Do not Disturb

do not disturb kde

Jika berbicara tentang produktivitas, notifikasi merupakan salah satu hal yang sifatnya paling mengganggu.

Apalagi kalau notifikasi dari hal-hal yang sama sekali tidak penting, misalnya notifikasi dari sosial media.

Di KDE versi terbaru, terdapat fitur Do not Disturb pada menu Notification sehingga bisa memblokir semua notifikasi yang masuk (biasanya berupa pop up).

Fitur ini akan sangat berguna jika Anda sedang fokus mengerjakan suatu task tanpa ingin diganggu oleh notifikasi-notifikasi yang bermunculan.

Anda bisa mengaktifkannya dengan cara menekan checklist pada Notification di bagian System Tray KDE.

checklist fitur do not disturb pada notification kde

Semua jenis notifikasi tidak akan dimunculkan jika Anda mengaktifkan fitur ini, termasuk notifikasi internal seperti peringatan baterai atau jaringan.

6. Blocksite Add-ons

blocksite add-on di firefox

Blocksite bukan merupakan aplikasi linux ataupun KDE, tapi merupakan add-ons browser yang saya gunakan di Firefox.

Add-ons ini berfungsi untuk memblokir situs-situs yang kita inginkan.

Jika Anda terbiasa membuka sosial media ketika terhubung ke internet, saya yakin secara tidak sadar Anda akan mengunjungi sosial media yang Anda gunakan entah itu Facebook, Twitter, Instagram, atau yang lainnya.

Dan jika sudah masuk ke situ, Anda pasti akan berlama-lama melakukan scroll sampai merasa puas dan akhirnya lupa waktu.

Saya juga begitu.

Untuk menghindari hal seperti ini, maka saya perlu add-ons yang bisa melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang banyak menghabiskan waktu seperti sosial media.

Ketemulah Blocksite.

Mungkin penggunaan add-ons ini tidak secara langsung bisa membuat Anda berhenti membuka sosial media.

Namun, setidaknya Anda memiliki trigger untuk mengontrol diri agar tidak lagi membukanya, karena dengan add-ons ini Anda akan melihat halaman Restricted Page yang juga bisa Anda custom.

tampilan restricted page blocksite

Untuk memasang add-ons ini, Anda bisa langsung mengunjungi halaman Blocksite di Firefox Add-ons kemudian tekan tombol Add to Firefox.

7. Spectacle

spectacle

Spectacle merupakan aplikasi bawaan KDE yang berfungsi untuk mengambil screenshot.

Aplikasi ini memiliki beberapa mode yang bisa dipilih saat mengambil screenshot, yaitu:

  • Full Screen
  • Active Window
  • Window Under Cursor
  • Rectangular Region

Mode yang paling sering saya gunakan adalah Active Window dan Rectangular Region.

Pada mode Active Window, Anda bisa mengambil screenshot dari jendela aplikasi yang dibuka tanpa diikuti oleh background atau aplikasi lainnya.

Jadi, gambar yang dihasilkan hanyalah jendela aktif dari aplikasi tersebut ditambah dengan filter drop shadow pada background transparant.

tampilan spectacle mode active window

Sedangkan mode Rectangular Region memungkinkan penggunanya untuk mengambil screenshot berdasarkan area yang dipilih. Jadi, Anda tidak perlu melakukan crop lagi pada gambar yang dihasilkan.

8. Krita

krita

Untuk urusan olah gambar, saya menggunakan Krita, salah satu aplikasi alternatif photoshop di linux.

Aplikasinya cukup ringan, interfacenya pun juga lebih familiar ketimbang GIMP atau aplikasi olah gambar lainnya.

Plus aplikasi ini juga berbasis QT, sehingga sangat match jika digunakan di KDE.

tampilan krita full screen

Krita biasanya sudah include pada repository bawaan linux atau KDE. Sehingga Anda hanya perlu menjalankan perintah sudo apt update && sudo apt install krita untuk menginstallnya.

9. WPS Spreadsheets

wps office

Untuk pengganti MS Office, saya menggunakan WPS Office di KDE saya.

Kenapa tidak pakai LibreOffice?

Karena LibreOffice masih sering crash dan formatnya sering berantakan, sedangkan WPS tidak.

Aplikasi WPS yang paling sering saya gunakan adalah Spreadsheetsnya. Aplikasi ini bisa dibilang 100% Excel dilengkapi dengan beberapa fitur tambahan.

Salah satu fitur yang menurut saya cukup menarik adalah fitur Eye Protection Mode.

Dengan fitur ini, tampilan Spreadsheets akan berubah menjadi kehijauan sehingga terasa lebih nyaman di mata.

tampilan wps spreadsheets mode eye protection

Spreadsheets bagi saya adalah aplikasi wajib yang harus ada.

Saya menggunakan aplikasi ini untuk berbagai keperluan yang sifatnya sangat penting seperti mengolah data hasil riset, menulis progress harian, laporan keuangan, serta keperluan lain yang berhubungan dengan data.

Untuk menginstall WPS di linux, Anda bisa mengunduhnya terlebih dahulu melalui halaman linux.wps.com dan menginstallnya dengan dpkg.

10. Global Menu Widget

global menu widget

Terakhir, aplikasi yang menurut saya tidak boleh dilewatkan adalah Global Menu Widget milik KDE.

Widget ini sangat berguna untuk orang-orang yang menggunakan layout dock panel seperti Mac OS.

Pertama, widget ini bisa menambah luas space window pada aplikasi yang digunakan.

Kedua, widget ini bisa menambah ke-aesthetic-an desktop Anda.

tampilan global menu widget di kde

Awalnya widget ini hanya support di aplikasi QT atau bawaan KDE.

Namun sejak versi KDE 5.13, widget ini mulai bisa digunakan pada aplikasi yang berbasis GTK.

Untuk menggunakan widget ini, Anda cukup menambahkannya melalui menu Add Widget kemudian drag and drop pada posisi yang Anda inginkan.

In the end…

Tidak semua aplikasi yang saya sebutkan di atas bisa meningkatkan produktivitas Anda.

Mungkin malah beberapa aplikasi di atas ada yang tidak berguna untuk Anda.

Karena pada akhirnya, aplikasi yang bisa meningkatkan produktivitas itu tergantung dari pengguna dan apa yang ia lakukan setiap harinya.

Jadi, sudahkah Anda produktif hari ini?