Penggunaan Meta Tag untuk SEO

Dalam sebuah halaman web, biasanya terdapat beberapa tag yang ada di dalam tag head. Tag-tag tersebut tidak digunakan sebagai pajangan saja, melainkan memiliki fungsinya masing-masing.

Salah satu tag yang cukup penting untuk diletakkan di dalam tag head adalah Meta Tag.

Tag satu ini dapat digunakan untuk berbagai macam hal, salah satunya adalah agar halaman web tersebut SEO-Friendly.

Apa itu Meta Tag?

Meta tag merupakan salah satu tag yang ada pada HTML yang berfungsi untuk memberikan informasi metadata (keterangan) dari sebuah halaman web.

Meta tag diletakkan di dalam tag head dalam sebuah halaman web. Tag ini dapat digunakan untuk membantu mesin pencari mengidentifikasi sebuah halaman web karena terdapat informasi title, description, robots, dll.

Contoh dari penggunaan meta tag adalah sebagai berikut:

contoh meta tag

Pentingkah Menggunakan Meta Tag?

Ya, Meta Tag masih menjadi salah satu faktor penting dalam SEO. Dengan meta tag, sebuah halaman web bisa lebih dikenali baik untuk mesin pencari ataupun user.

Bahkan, meta tag sendiri merupakan salah satu hal yang paling mudah untuk dioptimasi jika berbicara tentang SEO.

5 Meta Tag yang Penting untuk SEO

Umumnya, sebuah mesin pencari menampilkan 2 meta tag utama untuk user mereka. Meta tag tersebut adalah title dan meta description.

Contohnya adalah seperti berikut:

contoh meta tag di mesin pencari

Gambar di atas mengambil contoh meta tag yang ditampilkan pada halaman pencarian Google.

Walaupun yang ditampilkan hanya title dan meta description, meta tag yang penting digunakan untuk SEO tidak hanya itu saja.

Kurang lebih, ada 5 meta tag penting yang dapat dioptimasi untuk SEO, yaitu:

Title Tag

Meskipun title tag tidak menggunakan tag meta, tag ini tetap digunakan untuk memberikan informasi metadata kepada mesin pencari.

Informasi yang diberikan berupa judul dari sebuah halaman web. Selain untuk mesin pencari, tag ini juga digunakan sebagai judul halaman pada sebuah browser.

Contoh penggunaan:

<title>Judul Halaman Web</title>

Untuk SEO, penggunaan title tag jangan sampai terlalu banyak jumlah karakternya.

Di Google sendiri, title tag dibatasi kurang lebih sebanyak 50-an karakter pada versi Desktop dan 60-an karakter pada versi Mobile. Jika title tag yang digunakan melebihi batas karakter, maka judul halaman yang ditampilkan akan terpotong.

Meta Description

Seperti yang sudah disebutkan di atas, meta description merupakan salah satu meta tag yang ditampilkan pada mesin pencari.

Selain memberikan informasi mengenasi deskripsi singkat sebuah halaman web, meta description juga bisa digunakan sebagai bahan clickbait sehingga dapat menaikkan CTR (Click Trough Rate).

Jadi, penulisan meta description yang menarik juga akan mempengaruhi klik yang didapatkan sebuah situs dari mesin pencari.

Contoh penggunaan:

<meta name="description" content="Isikan deskripsi halaman web di sini" />

Sama seperti title tag, meta description juga memiliki batas karakter yang akan ditampilkan pada mesin pencari.

Untuk Google sendiri, meta description disarankan sebanyak 150-an karakter saja, jika lebih dari itu, maka akan terpotong.

Robots Meta Tag

Meta tag ini berfungsi untuk masalah perindeksan yang dilakukan oleh bot mesin pencari.

Jika Anda menginginkan sebuah halaman tertentu agar tidak ditampilkan dalam mesin pencari, maka Anda bisa memanfaatkan meta tag robots.

Pada meta tag ini, terdapat 4 parameter yang bisa digunakan, yaitu:

  • index – tampilkan halaman pada mesin pencari
  • follow – ikuti semua link yang ada pada halaman
  • noindex – jangan tampilkan halaman pada mesin pencari
  • nofollow – jangan ikuti link yang ada pada halaman

Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:

<meta name="robots" content="noindex" />

Atau bisa juga dengan 2 parameter seperti berikut:

<meta name="robots" content="noindex, nofollow" />

Jika Anda tidak menerapkan meta tag ini, maka bot mesin pencari akan mendeteksinya sebagai index, follow sehingga halaman tersebut akan ditampilkan pada mesin pencari.

Meta tag ini disarankan untuk digunakan pada halaman-halaman yang minim konten, sehingga akan menghindari masalah thin-content pada sebuah situs.

Canonical Tag

Secara teknis canonical tag memang bukanlah meta tag, karena tidak menggunakan tag meta melainkan tag link.

Tapi sama seperti title tag, canonical juga menjadi metadata/informasi penting untuk sebuah mesin pencari.

Fungsi dari tag ini adalah untuk menentukan prioritas url dari halaman web.

Apa maksudnya?

Misalkan dalam sebuah web terdapat 2 halaman yang sama, yaitu:

  1. https://www.domain.com/blog
  2. https://www.domain.com/post

Anggap kedua url tersebut adalah 2 halaman yang isinya sama, namun hanya berbeda urlnya saja.

Jika tidak menggunakan canonical tag, maka mesin pencari akan mengindeks keduanya dan menampilkannya pada mesin pencari. Dengan demikian, akan terjadi masalah duplicate content.

Untuk menghindari hal tersebut, maka pemilik web harus mendefinisikan canonical tag ke url halaman utama/yang dipriotitaskan (misal: https://www.domain.com/blog).

Sehingga, pada kedua halaman tersebut harus terdapat canonical tag seperti berikut:

<link rel="canonical" href="https://www.domain.com/blog" />

Setelah menerapkan canonical tag, maka mesin pencari (terutama Google) tidak akan menganggapnya sebagai duplicate content dan Anda bebas dari penalty.

Viewport Tag

Meta tag viewport tidak berhubungan dengan kontent, tapi lebih ke sisi layout.

Fungsi dari meta tag ini adalah memberitahu browser tentang skala dan dimensi halaman web sehingga bisa mengatur lebar tampilan sesuai dengan ukuran layar perangkat yang digunakan user.

Singkatnya, tag ini akan mengatur agar tampilan web Anda responsif di perangkat mobile.

Jika tidak menggunakan tag ini, maka sebuah halaman web akan menggunakan ukuran desktop di semua ukuran layar di berbagai perangkat, termasuk perangkat mobile.

Dengan demikian, user harus repot-repot melakukan pinch dan zoom untuk melihat konten.

Perbedaan halaman web yang menggunakan viewport dan tidak menggunakan viewport bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini:

meta tag viewport

Apa pengaruhnya untuk SEO?

Salah satu faktor yang mempengaruhi SEO sebuah website adalah UX (User Experience).

Jika tidak menggunakan viewport, maka website tersebut akan dianggap tidak mobile-friendly, sehingga akan mengurangi nilai UX dari website tersebut.

Apalagi di era mobile saat ini, di mana kebanyakan orang mengakses website dari perangkat mobile.

Untuk menggunakan meta tag viewport, Anda bisa menerapkan kode berikut ini:

<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
  • Nilai width=device-width berarti lebar web akan mengikuti lebar dari layar perangkat yang digunakan
  • Nilai inital-scale=1 berarti web akan diberikan skala (zoom) menjadi 1 (normal).

Sebenarnya, masih banyak lagi meta tag yang bisa digunakan dalam sebuah halaman web baik untuk keperluan SEO atau yang lainnya. Seperti tag Geo, Language, Refresh, Rating, dsbg.

Namun, untuk keperluan web dan SEO secara umum, 5 tag di atas sudah cukup untuk diaplikasikan ke dalam sebuah halaman web.

Gunakanlah meta tag dengan bijak untuk hasil SERP yang lebih baik.